Kamis, 02 Juni 2016

Kris Biant

Kris Biantoro

Masalah halaman
Kris Biantoro
Kris biantoro.jpg
Nama lahirChristoporus Soebiantoro
Lahir17 Maret 1938
Bendera Belanda MagelangHindia Belanda
Meninggal13 Agustus 2013 (umur 75)
Bendera Indonesia CibuburJakarta Timur,Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Pekerjaanaktorpenyanyipresenterpenulis
Tahun aktif1972 - 2013
PasanganMaria Nguyen Kim Dung
AnakInvianto
Ceasefiarto
AgamaKatolik
Kris Biantoro, terlahir Christoporus Soebiantoro (lahir di MagelangJawa Tengah,17 Maret 1938 – meninggal di Cibubur,Jakarta Timur13 Agustus 2013 pada umur 75 tahun[1]) adalah pemeran dan penyanyiIndonesia.

Latar belakangSunting

Dilahirkan di era jatuhnya Hindia Belanda dan datangnya Masa Pendudukan Jepang, membentuk watak anak pada zaman itu yang dialami Kris Biantoro sampai sekarang, yaitu semangat menjaga kedaulatan bangsanya.
Kecintaan pada negara dan bangsa yang ia bawa dari masa kelahirannya, membuat rasa perjuangannya muncul, ketika duduk di bangku kuliah Universitas Atmajaya, bersama rekan-rekannya dengan sukarela di kirim keIrian Barat. Itulah awal Kris mejadi relawan selama enam bulan, dalam pembebasan Irian Barat atau Operasi Trikora, hingga mendapat gelar kehormatan Veteran Pembela Kemerdekaan. Kecintaannya di dunia seni juga dibarengi dengan kecintaannya terhadap tanah air dan bangsa, hingga salam yang di ucapkan selalu "Merdeka".
Pada 1964-1971, Kris hijrah ke Australia karena mendapat tawaran untuk menjadi staff di KBRI Autralia. Di Australia inilah Kris Biantoro bertemu dengan seorang wanita Vietnam yang kemudian dipersuntingnya. Dia sempat menjadi penjual roti di Australia karena kehidupannya yang kurang beruntung menjadi pesiunan staf KBRI Australia.

Karier di dunia seniSunting

Selain sebagai MC, Kris Biantoro juga dikenal sebagai aktorpenyanyi, dan pencipta lagu sejak bersekolah di SMA Kolese De Britto,Yogyakarta. Keberuntungannya sebagaientertainer berawal dari lagu Dondong Opo Salak (lagu anak-anak) karena teringat keponakannya yang masih kecil di Magelang semasa berjuang sebagai relawan di Irian Barat.
Kembali ke tanah air pada tahun 1971, ia bergabung dengan TVRI menjadi presenter acara kuis "Dansa yo Dansa", "Suka Hati" dan "Silakan Terka" di TVRI, yang kemudian melambungkan namanya. Setelah vakum dari dunia hiburan, Kris Biantoro melalui kehidupan yang tenang. Menjelang kematiannya pada tahun 2013, Kris menderita penyakit ginjal kronis, yang sudah diidapnya sejak tahun 1972.

Kehidupan pribadiSunting

Kris Biantoro adalah suami dari seorang wanita Vietnam yang ditemuinya kala bekerja sebagai staf KBRI Australia, yaitu Maria Nguyen Kim Dung. Dia bersama Maria Nguyen Kim Dung tinggal di kawasan Cibubur dan mempunyai dua putra, yaitu Invianto dan Ceasefiarto, Dia mempunyai dua menantu, Henny dan Adelina, serta dua cucu, Iyo dan Rafa.

Meninggal duniaSunting

Kris Biantoro meninggal dunia di kediamannya di Kompleks Bukit PermaiCibubur, di depan sangkar-sangkar burung peliharaan kegemarannya, pada tanggal 13 Agustus 2013. Pada tanggal 15 Agustus 2013jenazah almarhum pun diberangkatkan dari rumah duka menuju krematorium oasis untuk segera dikremasi dan abunya segera dilarungkan kelaut .[1]

DiskografiSunting

  • "Mungkinkah""
  • "Jangan ditanya kemana aku pergi"
  • "Angela"
  • "Juwita Malam"
  • "Answer me oh My love"
  • "The Impossible dream"

FilmografiSunting

Karya tulisSunting

  • Manisnya Ditolak cetak pertama November 2004. (Cetak kedua Oktober 2006 dgn CD berisi rekaman lagu-lagunya).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar